education

Artikel seputar pendidikan, mendidik anak dan kebutuhan anak

Cara Menjadikan Anak Cerdas Yang Suka Belajar



Bagaimana Anda bisa membesarkan anak cerdas yang suka belajar ? Kebanyakan orang percaya bahwa kecerdasan itu statis; baik Anda pintar atau tidak. Tapi ternyata kecerdasan itu seperti otot: bisa dikembangkan dengan menggunakan. Terlebih lagi, jika Anda yakin itu benar, otak Anda akan menjadi lebih pintar lagi!

Peneliti Stanford Carol Dweck menjelaskan bahwa siswa yang percaya bahwa mereka bisa "menjadi lebih cerdas" dengan menantang diri mereka sendiri adalah pelajar yang lebih efektif. Siswa yang memegang pandangan yang lebih konvensional - bahwa mereka pintar atau tidak, yang dikenal sebagai pandangan "tetap" tentang kecerdasan - khawatir bahwa mereka mungkin terlihat bodoh jika mereka melakukan kesalahan, jadi mereka mengecil dari belajar sesuatu yang baru. .

Bahkan ternyata saat kita menjelaskan kepada anak-anak bahwa mereka bisa "tumbuh" otak mereka, mereka melakukannya. Dweck menjalankan eksperimen yang sekarang terkenal dengan anak-anak SMP. Kurang dari dua jam total selama delapan minggu, mereka mengajarkan konsep siswa seperti:
"Otak Anda seperti otot yang bisa dikembangkan dengan olahraga. Sama seperti bayi menjadi lebih pintar saat belajar, Anda juga bisa."
Hasilnya tidak mengejutkan. Para siswa otak-adalah-otot secara signifikan mengungguli rekan mereka dalam penilaian matematika, tanpa pengajaran matematika tambahan.

Jadi tujuan kita sebagai orang tua adalah membesarkan anak yang percaya pada kemampuan mereka membangun otot mental.

Alih-alih mengkhawatirkan apakah mereka "pintar" cukup, anak-anak ini tahu mereka bisa menjadi lebih pintar, hanya dengan mengerjakannya. Bila mereka memiliki pengalaman bahwa setiap anak memiliki saat mempelajari sesuatu yang baru - "Ini sulit, saya tidak mendapatkan ini, mungkin saya tidak begitu pintar?" - Anak-anak ini mampu mengatasi kecemasan mereka. Mereka tahu bahwa mereka bisa menumbuhkan otak mereka dengan bergulat dengan konsep yang sulit. Mereka menjadi pelajar abadi yang dapat mempelajari apa yang mereka butuhkan dalam situasi baru dan termotivasi dan penasaran untuk belajar lebih banyak.

Meskipun kecerdasan sering disamakan dengan skor pada tes IQ, kebanyakan ilmuwan sekarang percaya bahwa tes IQ hanya menilai sebagian dari kecerdasan seseorang. Tes IQ tradisional pada dasarnya mengukur retensi anak dari pengetahuan verbal dan matematika. Sayangnya, dimensi terbatas ini kemudian disamakan dengan potensi intelektual anak.

Para ahli juga mempertanyakan obsesi budaya kita dengan mendorong anak membaca atau mencapai akademis sebelum usia TK. Balita dan anak-anak prasekolah memiliki pekerjaan lain yang lebih penting untuk dilakukan, mulai dari membangun dengan balok, bermain dengan irama dan warna, belajar bagaimana bergaul dengan teman sebayanya. Penelitian menunjukkan bahwa kegiatan-kegiatan ini, yang secara alami ditarik oleh anak-anak, memberikan landasan untuk pembelajaran selanjutnya, dari keterampilan matematika sampai membaca.

Seperti yang dikatakan Albert Einstein, "Bermain adalah bentuk penelitian yang paling tinggi."
Bahkan permainan imajinatif, yang membangun disiplin diri dan keterampilan sosial, memberikan kontribusi mendasar bagi kesuksesan akademis. Kecerdasan Verbal dan Logika sebenarnya dimulai dengan berbicara dan bertanya-tanya, saat anak-anak berpartisipasi dalam ribuan percakapan sehari-hari tentang kehidupan. Itulah sebabnya anak-anak yang cukup beruntung memiliki diskusi berkualitas dengan orang tua seperti balita dan anak-anak prasekolah yang lebih baik saat mereka menempuh perjalanan melalui sekolah.

Ada juga banyak penelitian yang menunjukkan "soft skill" atau "emotional intelligence" sebagai komponen penting keberhasilan sekolah. Jika Anda tidak dapat mengelola dorongan hati Anda dan menggunakan fungsi eksekutif Anda untuk fokus, tidak masalah apa potensi kognitif Anda. Bermain kreatif dan imajinatif - baik sendiri maupun dengan orang lain - mengembangkan keterampilan ini.

Dr. Howard Gardner menggambarkan tujuh jenis kecerdasan berbeda yang penting dalam fungsi manusia, yang kesemuanya membutuhkan kesempatan untuk dikembangkan:

Kecerdasan verbal
Kecerdasan Jasmani / Kinestetik
Kecerdasan Logis / Matematis
Kecerdasan Musikal
Kecerdasan Interpersonal
Kecerdasan Intrapersonal
Kecerdasan Visual / Spasial

Jangan khawatir bahwa Anda perlu menambahkan pengalaman ini ke "daftar" Anda untuk anak Anda. Selama anak Anda memiliki kesempatan untuk bermain dan menyusun waktunya sendiri - alih-alih menghabiskan seluruh waktunya untuk pencarian akademis dan layar - dia secara alami akan menjelajahi sebagian besar area ini. (Tapi tentu saja itu adalah argumen untuk membatasi waktu layar.)

Tugas kita sebagai orang tua? Doronglah keingintahuan dan minat alami anak-anak kita, mulai dari menari sampai membaca sampai menggambar. Dan pastikan anak-anak kita tahu bahwa itu adalah pengangkatan intelektual yang membangun kekuatan otak. Ketidaknyamanan saat belajar diharapkan. Belajar hal baru itu sulit, tapi anak Anda bisa melakukan hal-hal yang sulit.
"Pada saat perubahan peserta didik mewarisi bumi, sementara yang terpelajar mendapati dirinya dilengkapi dengan indah untuk bekerja di dunia yang sudah tidak ada lagi." - Eric Hoffer

  • Silahkan masukan huruf yang tertulis pada gambar di atas dengan benar.

    Isi tulisan akan diterbitkan dan hanya pemilik blog yang dapat menghapusnya.

    削除
    Cara Menjadikan Anak Cerdas Yang Suka Belajar
      Komentar(0)